Resya’s Weblog

Hutanku Sayang, Hutanku Malang

Posted by: resya on: April 5, 2008

 

Hutanku Sayang, Hutanku Malang My lovely forest, my poor forest

“Winda tinggal di sebuah desa di tepi hutan. Sebagian besar Masyarakat di desa tersebut adalah petani. Mereka juga menggunakan hasil dari hutan, seperti buah dan lainnya. Beberapa masyarakat juga sesekali berburu hewan di hutan, akan tetapi tidak banyak lagi dijumpai burung dan hewan liar lagi untuk diburu. “Winda lives in a village near the forest. The people in the village are mostly farmers. They also use products from the forest, like fruits from the trees. Some people go hunting sometimes, but there are not many birds and other animals left for the hunt. Saat ini seorang yang kaya yang memiliki sebagian besar luasan hutan telah menebangi pohon-pohon yang ada di pegunungan. Sekarang desa tersebut memiliki masalah: Now the rich man who owns a big forest has cut away a big part of the forest on the mountainside. Now the village has problems: Dampak bagi masyarakat sekitar hutan adalah : The effect for the community surrounding that area: Hilangnya air di sungai kecil yang mengalir di desa mereka saat musim kemarau dan terjadinya banjir saat musim hujan. - There is no water in the small river during the dry season and the river is flooding during the rainy season Kondisi udara saat ini lebih panas. - It is often much hotter in the village now. Winda berdiskusi dengan rekan2 kelasnya, apa yang dapat dilakukan anak tersebut, untuk membantu yang menjadi semakin miskin setelah penggundulan hutan. Dapatkah mereka memulai menanam pohon dihutan tersebut?” Winda talks with her class mates, what can the children do, to help their families who have got much poorer after the logging of the forest. Can they start growing new trees for the forest?”

 

Pertanyaanya: The questions:

1. Apa dampak dari kerusakan hutan? 1. What are the effects of forest damage? 2. Siapa yang menyebabkan kerusakan hutan di lokasi yang berbeda? 2. Who are causing the damage of the forest in different places? 3. Apa yang bias dilakukan oleh generasi muda untuk membantu memecahkan masalah kerusakan hutan tersebut? 3. What can young people do to help solving the forest damage problem?

 

Kamu dapat melanjutkan dengan mengisi sebuah rencana kerja. You will continue by filling in a working plan

Di website, andan dapat mencari informasi yang berguna untuk kasus ini. On the websites about food you can find more useful info about this case. Jika anda mencarinya dari halaman yang berbeda, sangat berguna untuk mengisi the Internet log If you are surfing the web for different pages, it is useful to fill in the internet log Kasus ini diajukan oleh : A.A Dalem Mahendra, (Bali), Niar S.pada (Makasar Sulawesi), Sukoco (Surabaya), Ketut Nama (Bali)

 

Kamu dapat melanjutkan dengan mengisi sebuah rencana kerja. You will continue by filling in a working plan

Di website, andan dapat mencari informasi yang berguna untuk kasus ini. On the websites about food you can find more useful info about this case. Jika anda mencarinya dari halaman yang berbeda, sangat berguna untuk mengisi the Internet log If you are surfing the web for different pages, it is useful to fill in the internet log Kasus ini diajukan oleh : A.A Dalem Mahendra, (Bali), Niar S.pada (Makasar Sulawesi), Sukoco (Surabaya), Ketut Nama (Bali)

 

Penembangan hutan tropis seringkali menimbulkan dampak ekonomi yang berskala besar. Masalah local dapat dihubungkan dengan tragedy yang terjadi dibelahan dunia yang lain. Logging of tropical forests often has big scale economical aspects. The local problems can be connected with things happening in the other side of the world. Banyak hutan ditebangi untuk diubah menjadi perkebunan kelapa sawit Much forest is being cut to turn the land into palm oil plantations.

Informasi yang melatarbelakangi hal ini : Background information about this: Minyak Sawit Palm oil Produksi minyak sawit adalah salah satu penyebab kerusakan hutan terbesar di Asia Tenggara terutama di Indonesia dan Malaysia. Sebuah perusahaan dari Belanda menjadi salah satu perusahaan yang berperan besar dalam hal ini berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh : “Vet fout” (wrong fat) yang dipublikasikan di Belanda. Lembaga The Dutch Friends of the Earth meminta perusahaan Belanda untuk tidak membeli minyak sawit kecuali yang memenuhi criteria. Setiap menit 7 hektar hutan ditebang, sebagian besar diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2002 terdapat 6,7 juta hektarte perkebunana kelapa sawit yang mana separohnya berada dikawasan yang diperuntukan sebagai hutan. Production of palm oil is biggest cause of deforestation in south east Asia Oil palm plantations are an important cause of deforestation in Indonesia and Malaysia. Dutch companies play a big role in this according to a report published: ‘Vet fout’ (‘wrong fat’) published in the Netherlands. The Dutch Friends of the Earth asks Dutch companies not to buy palm oil unless certain criteria are met. Every minute 7 hectares of forest is cut, a big part for becoming oil plantations. In 2002 there were 6,7 million hectares oil plantations half of which in what used to be forest.

 

Belanda adalah pengimpor terbesar minyak sawit (untuk makanan, sabun, kosmetik dan makanan hewan, dan bertanggungjawab terhadap penebangan hutan hujan tropis. Sahabat Bumi dari Belanda saat ini menjadi pelopor dalam aksi untuk membuat perusahaan-perusahaan tersebut lebih kritis dalam mengambil kebijakan. Mereka harus membuat aksi tanggung jawab lingkungan sebagai syarat untuk pembelian minyak sawit. The Netherlands are big importers of palm oil (for foods, detergents, cosmetics and animal fodder), and responsible for the cutting down of rain forest. Friends of the Earth Netherlands is now leading actions to make companies more critical in their policy. They should make environmental responsible action a condition for buying the oil. Beberapa persyatan tersebut adalah 1. Tidak ada penebangan hutan lagi, 2. Tidak ada pembakaran hutan lagi, 3. Mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, 4. Menghormati hak-hak penduduk local, 5. Kondisi kerja yang layak bagi para pekerja.

The conditions: 1. No cutting of more forest, 2. No burning down of more forest, 3. Diminishing the use of pesticides and chemical fertilizers, 4. Respecting the right of the local population, 5. Better working conditions for the employees



 

 

Malaysia dan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi di Hutan hujan tropis mereka :terdapat 10 % dari seluruh tanaman berbunga, 17 % dari seluruh spesies burung, 12 % dari seluruh mamalia liar, dll. LSM Indonesia Sawitwatch (pengawas Sawit) mengatakan : “Penduduk local seringkali memiliki cara yang lebih berkelanjutan dalam mengelola hutan, sampai hutan mereka diambil alih oleh industri minyak sawit”… dan hasil yang didapat biasanya masuk ke perusahaan multinasional, biasayan bukan ke penduduk local. Malaysia and Indonesia have a very great biodiversity in their rain forests: 10% of all the flowering plants 17% of all the bird species, 12% of all the wild mammals, etc. The Indonesian NGO SawitWatch says: “The local population has often a sustainable way of managing the forest – until the oil-palm industry takes over”.… and the earnings go to the multinationals, usually not to the local people.

Aksi Pemerintah Belanda dan Inggris (dan lainnya) membutuhkan aturan hokum untuk membuat perusahaan-perusahaan tersebut melaksanakan tanggung jawab mereka. The Dutch and British (and others) action demands laws to make companies take their responsibility.

 

1 Tanggapan ke "Hutanku Sayang, Hutanku Malang"

pemikiran yang sangat matang sebagai anak muda jaman sekarang yang jayh dari pemikiran keperdulian lingkungan pertahankan yang kamu ketahui freand

Tinggalkan Balasan